Jurnalis TV, Jakarta – Isu kemungkinan Indonesia mengundurkan diri dari Board of Peace (BoP) tengah ramai diperbincangkan publik beberapa waktu terakhir. Isu tersebut mencuat usai pemerintah mengevaluasi keanggotaan Indonesia dalam BoP pada pertemuan di Istana Merdeka, Selasa (03/03/26). Hal tersebut dipicu keraguan efektivitas BoP tersebut terhadap prinsip bebas aktif Indonesia.
Rencana evaluasi tersebut karena konflik serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran. Hal itu juga dibahas dalam dalam pertemuan di Istana Merdeka yang turut dihadiri sejumlah mantan dan wakil Presiden, ketua umum partai politik, serta mantan menteri luar negeri.
Dilansir dari Antaranews, Muzani menjelaskan alasan Indonesia bergabung dalam BoP karena diyakini dapat mempercepat Palestina merdeka. Dengan misi BoP yang ditujukan untuk gencatan senjata, bantuan kemanusiaan, rehabilitasi, dan rekonstruksi. Namun, serangan militer yang dilakukan oleh AS dan Israel yang merupakan anggota BoP terhadap Iran, membuat Indonesia akhirnya mengevaluasi keanggotaanya dalam BoP dan peranan BoP ke depannya.
Muzani mengatakan, Presiden Prabowo menjelaskan perkembangan global yang terjadi saat ini pada pertemuan tersebut. Setelah itu, pandangan, usulan, dan saran dari para tokoh yang hadir dalam pertemuan tersebut menjadi masukan bagi Presiden. Presiden Prabowo akan mempertimbangkan pemikiran-pemikiran tersebut untuk membuat kebijakan kedepannya.
“Pandangan-pandangannya ada yang kritis, tajam, ada yang saran, ada yang lebih merupakan pemikiran-pemikiran, dan semua pandangan itu diterima oleh Presiden dengan baik,” ujar Muzani, dikutip dari Antaranews pada Selasa (03/03/26).
Dikutip dari Suara.com, Menteri Luar Negeri periode 2001–2009, Hassan Wirajuda menyebutkan, dengan apa yang terjadi beberapa waktu terakhir, keanggotaan Indonesia dalam BoP mesti dievaluasi. Pemerintah Indonesia kembali meninjau akan sejauh mana efektivitas BoP di masa mendatang. Namun meski begitu, keputusan final masih belum dapat ditetapkan.
Usai serangan AS dan Israel terhadap Iran membuat pemerintah Indonesia meragukan keberhasilan misi Dewan Perdamaian BoP di masa mendatang. Pemerintah Indonesia akan mengevaluasi keanggotaanya demi menjaga prinsip politik bebas aktif di tengah dinamika global yang sedang terjadi.



















Komentar