Jurnalis TV, Jakarta – Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki kedudukan agung dalam syariat. Setiap tahunnya, jutaan umat Muslim dari seluruh dunia berkumpul di Tanah Suci untuk menunaikan ritual yang diwariskan sejak masa Nabi Ibrahim. Di tengah semarak ibadah ini, istilah Haji Akbar kerap muncul dan memantik rasa ingin tahu banyak orang: apa sebenarnya makna Haji Akbar dan apa bedanya dengan haji pada umumnya?
Pada musim haji 2025, perhatian terhadap istilah ini kembali mencuat. Dikutip dari NU Online, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menyebut bahwa pelaksanaan haji tahun ini berpotensi menjadi Haji Akbar karena puncak wukuf di Arafah diperkirakan jatuh pada hari Jumat, 9 Dzulhijjah atau 6 Juni 2025.
“Tahun ini, insyaallah adalah Haji Akbar. Pahalanya 70 kali lebih besar dari haji biasa,” ujar Menag Nasaruddin saat membuka Manasik Haji Nasional 2025 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat 19 April 2025.
Secara umum, Haji Akbar merujuk pada pelaksanaan ibadah haji ketika wukuf di Arafah yang merupakan rukun haji paling utama jatuh pada hari Jumat. Hari Jumat dalam Islam dikenal sebagai sayyidul ayyam atau penghulu segala hari. Ketika dua momentum agung ini bertemu, umat Islam meyakini bahwa keutamaan ibadahnya pun berlipat.
Baca Juga: Makna Ibadah Berkurban: Lebih dari Sekadar Menyembelih, Ini Wujud Ketulusan dan Kepedulian Sosial
Istilah Haji Akbar memiliki dasar dalam hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebut hari Nahr atau 10 Dzulhijjah sebagai hari Haji Akbar. Namun dalam pemahaman populer, istilah ini lebih sering dikaitkan dengan wukuf yang jatuh pada hari Jumat, meskipun para ulama memiliki pandangan berbeda mengenai hal ini.
Tidak ada pola tetap mengenai frekuensi terjadinya Haji Akbar. Berdasarkan catatan, peristiwa ini pernah terjadi pada tahun 1987, 1996, 2006, dan 2014. Tahun ini, Haji Akbar diperkirakan kembali berlangsung pada 6 Juni 2025. Selanjutnya, kemungkinan akan terulang pada tahun 2031, 2036, dan 2042.
Dengan bertepatan pada hari Jumat, pelaksanaan ibadah haji tahun ini menjadi sorotan karena diyakini sebagai Haji Akbar. Momen seperti ini jarang terjadi dan memiliki makna istimewa dalam tradisi Islam. Banyak pihak memaknai Haji Akbar sebagai gabungan waktu yang utama dan ibadah yang agung, yang menambah kekhusyukan pelaksanaannya di Tanah Suci.













Komentar