Jurnalis TV, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca periode 22–23 Februari 2026. Peringatan cuaca yang menempatkan beberapa provinsi pada status Siaga akibat hujan lebat yang dapat memicu banjir dan longsor. Peningkatan intensitas hujan dipengaruhi dinamika atmosfer yang membentuk awan hujan yang lebih intens di beberapa wilayah.
Penyebab Kondisi Cuaca
Dilansir dari BMKG.go.id kondisi ini dipengaruhi oleh atmosfer berupa sirkulasi siklonik di wilayah Laut Timor. Hal tersebut yang mendukung peningkatan hujan intensitas lebat hingga sangat lebat di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain itu, aktifnya Monsun Asia membawa suplai massa udara lembap dari Laut Cina Selatan ke Selat Karimata dan Pulau Jawa. Dengan begitu, aliran massa udara lembap berpengaruh pada meningkatnya pertumbuhan awan hujan di wilayah yang terdampak.
Prakiraan Cuaca
Dalam rilis resmi, BMKG membagi ke dalam kategori Waspada (hujan sedang hingga lebat), Siaga (hujan lebat hingga sangat lebat), dan Awas (hujan sangat lebat hingga ekstrem). Wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya masuk kategori Waspada akibat hujan sedang, bahkan pada Senin (23/02/26), wilayah Tangerang diprediksi meningkat ke kategori Siaga akibat hujan lebat.
Pada periode 23–26 Februari 2026, cuaca di Indonesia didominasi kondisi hujan ringan–lebat. Diwaspadai peningkatan hujan intensitas sedang di wilayah Sumatera Selatan, Bengkulu, DI Yogyakarta, Bali, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan dan Tenggara, Maluku dan Maluku Utara, Papua, Papua Selatan, dan Papua Pegunungan.
BMKG mengimbau untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang dapat berubah serta potensi bencana akibat cuaca ekstrem. Informasi cuaca juga terus diperbarui sesuai perkembangan cuaca terbaru. Masyarakat dapat secara aktif memantau prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem melalui kanal resmi BMKG dan media sosial.














Komentar