Jurnalis TV, Jakarta – Empat wilayah kabupaten di Provinsi Sumatera Utara, yaitu Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan, dilanda bencana akibat cuaca ekstrem yang terjadi bertubi-tubi pada Senin (24/11/2025) dan Selasa (25/11/2025). Selain menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini juga mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat setempat.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta melaporkan dua sistem cuaca signifikan yang memicu cuaca ekstrem di Sumatera Utara pada 25 November 2025. Sistem tersebut adalah Siklon Tropis KOTO yang berkembang di Laut Sulu dan Bibit Siklon 95B yang terpantau di Selat Malaka. Kedua fenomena ini meningkatkan curah hujan dan angin kencang di wilayah Sumatera bagian utara.
Baca Juga: Polemik Proyek Pembangunan Lift Kaca Di Pantai Kelingking
Polda Sumatera Utara (Sumut) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan bahwa total korban tewas mencapai 37 orang selama tiga hari terakhir. Selain itu, sebanyak 52 warga masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.
Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan, menyampaikan bahwa terdapat 1.168 warga yang mengungsi di berbagai lokasi.
“Selain korban tewas, sebanyak 52 orang masih dalam pencarian. Sementara itu, 1.168 warga tercatat mengungsi di berbagai lokasi,” ujar Ferry dalam keterangan tertulis.
Dilansir dari Kompas.com, Polda Sumut mengerahkan 1.030 personel gabungan dari berbagai satuan untuk mempercepat penanganan bencana. Personel tersebut terdiri dari Satwil, Dit Samapta, Sat Brimob, Bid TIK, dan Biddokkes.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih dapat berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat diminta memantau informasi prakiraan cuaca secara berkala dan mengikuti instruksi resmi dari petugas di lapangan.













Komentar