Jurnalis TV, Tangerang Selatan – Kehadiran sepeda listrik baru di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menuai beragam spekulasi di kalangan mahasiswa. Fasilitas tersebut dikonfirmasi tiba di UIN Jakarta pada Selasa (6/5/2025) malam, dan disimpan di Kantin Made You UIN Jakarta. Hal yang memicu berbagai macam persepsi adalah label nama pihak pemberi yang lengkap dengan jabatannya, sehingga memunculkan anggapan adanya maksud tertentu dari pemberian tersebut.
Prof. Dr. Hendrawati selaku Kepala Program Green Campus meluruskan hal ini dengan penjelasannya bahwa sepeda listrik merupakan hibah dari salah satu anggota DPR dengan inisial Prof. FAY, sebagai bentuk dukungan program Green Campus.
“100 unit sepeda listrik ini merupakan hibah pribadi dari anggota DPR, bukan dari pemerintah, dan disampaikan tanpa menyebut nama langsung, hanya melalui simbol ‘Prof. FAY’. Tidak ada muatan politis dalam pemberiannya. Nantinya, sepeda ini akan dicatat sebagai inventaris UIN Jakarta dan didistribusikan ke fakultas-fakultas sebagai dukungan terhadap program Green Campus,” ujarnya dalam wawancara pada Jum’at (9/5/2025)
Fasilitas terbaru yang dimiliki UIN, berupa sepeda listrik, adalah salah satu langkah solutif untuk memenuhi program Green Campus. Namun, persoalan mengenai branding pihak pemberi menjadi sorotan mahasiswa. Beberapa menilai ada maksud tertentu melalui hibah ini, sementara ada juga yang menganggap hal ini sebagai langkah positif untuk mendukung program kampus.
Baca Juga: Bis Listrik UIN Jakarta: Langkah Strategis Menuju Green Campus yang Efektif
Erizal selaku mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam berpendapat, hibah sepeda listrik memang mendukung program Green Campus, namun tidak menutup kemungkinan adanya fungsi laten dari pemberian ini.
“Setiap hibah memiliki fungsi nyata dan tersembunyi. Meskipun sepeda listrik ini mendukung Green Campus dan mobilitas ramah lingkungan, kita juga harus waspada terhadap kemungkinan adanya kepentingan tersembunyi. Penerimaan hibah perlu diiringi transparansi, tanpa embel-embel branding atau kepentingan institusi tertentu. Regulasi penggunaannya juga perlu diperjelas agar benar-benar bermanfaat,” ungkapnya.
Program sepeda listrik ini, mendapat dukungan karena sejalan dengan Green Campus, selain itu sepeda listrik juga menjadi solusi transportasi lingkungan mempermudah ramah yang mobilitas mahasiswa. Meskipun diapresiasi, inisiatif ini juga mendapat catatan kritis agar program sepeda listrik diterima secara selektif, tidak dimanfaatkan untuk kepentingan tersembunyi, dan didukung oleh regulasi yang jelas, demi penerapan yang optimal di lingkungan kampus.













Komentar