Pertukaran nama untuk mendukung suara dalam pemilu mungkin melibatkan strategi pemasaran atau kampanye politik. Namun, penting untuk memastikan bahwa praktik ini sesuai dengan aturan dan etika pemilihan.
Melihat cara Prabowo merebut hati dan simpati rakyat untuk menduduki kursi presiden di negeri ini setelah beberapa kali kalah dalam kontestasi pemilihan presiden dan wakil presiden, kali ini Prabowo mencoba beruntung dengan strategi lain, yang dianggap menjual nama Presiden Jokowi.
Beberapa fakta mengenai hal ini :
1. Prabowo mengangkat Gibran sebagai calon wakil presiden, di mana Gibran merupakan anak pertama Presiden Jokowi.
2. Satu-satunya yang Prabowo selalu ulang-ulang adalah “Tegak lurus dengan Jokowi, melanjutkan perjalanan Jokowi” ditambah lagi dengan membawa Gibran sebagai cawapres berkat palu sang Paman (Anwar Usman, Adik ipar Jokowi)
3. Dalam kampanye, Prabowo selalu mengusung nama Jokowi, sehingga menimbulkan transmisi yang diarahkan kepada Prabowo.
Hal ini memuat anggapan bahwa koalisi Prabowo hanya bisa menjual nama demi sebuah suara.
Penulis: Irma Haudia










Komentar