oleh

Pemprov DKI Jakarta Gencar Tangkap 68.000 Ikan Sapu-Sapu dalam Sehari

banner 468x60

Jurnalis TV, Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah menggencarkan aksi penangkapan ikan sapu-sapu di berbagai wilayah perairan. Sebanyak 68.800 ekor ikan berhasil dijaring dalam waktu satu hari.

Operasi besar-besaran ini dilakukan secara serentak pada Jumat (17/4/2026). Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mengendalikan spesies invasif yang mengancam keseimbangan ekosistem.

banner 336x280

“Kegiatan operasi penangkapan ikan sapu-sapu telah dilaksanakan secara serentak. Hasil tangkapan ikan yang diperoleh mencapai 6,9 ton,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok, dalam Siaran Pers Resmi Pemprov DKI, Jumat (17/4).

Baca Juga: Invasi Ikan Sapu-Sapu: Dari Pembersih Akuarium Menjadi Ancaman

Petugas gabungan menyisir lima wilayah kota administrasi sejak pagi hari. Berdasarkan data di lapangan, kawasan Jakarta Selatan menjadi titik dengan jumlah tangkapan paling melimpah.

Melansir laporan Beritajakarta.id, petugas berhasil mengangkat sekitar 5,3 ton atau 63.600 ekor ikan dari Pintu Air Outlet Setu Babakan. Aksi masif ini bertujuan untuk memulihkan kondisi sungai yang kian kritis.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, juga turun langsung meninjau proses penangkapan di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Ia menyoroti populasi ikan asal Amerika Selatan tersebut yang sudah sangat mendominasi.

Pramono menyebut, keberadaan ikan sapu-sapu di beberapa sungai Ibu Kota sudah menembus angka 60 persen. Hal ini dinilai merusak habitat alami dan mengancam keberlangsungan ikan lokal.

“Operasi ini penting karena ikan sapu-sapu sudah menjadi spesies invasif yang merusak ekosistem perairan kita,” kata Pramono, sebagaimana  tertulis dalam Siaran Pers Pemprov DKI. 

Ia menjelaskan, perilaku ikan sapu-sapu yang kerap memakan telur ikan lokal menjadi penyebab utama rusaknya ekosistem. Jika dibiarkan, keberadaan spesies ikan asli sungai Jakarta terancam punah.

Meski jumlah tangkapan melimpah, Pemprov DKI melarang keras masyarakat untuk mengonsumsi ikan tersebut. Hal ini berkaitan dengan risiko kesehatan yang sangat tinggi.

Melansir laporan dari Liputan6.com, ikan sapu-sapu yang hidup di air tercemar berpotensi mengandung akumulasi logam berat. Kandungan merkuri hingga timbal pada dagingnya diketahui cukup tinggi.

Paparan logam berat tersebut sangat berbahaya bagi tubuh manusia. Dampaknya mulai dari kerusakan organ dalam hingga risiko memicu sel kanker.

Sebagai tindak lanjut, seluruh hasil tangkapan seberat 6,9 ton tersebut dipastikan akan dimusnahkan. Petugas akan melakukan penguburan massal untuk mencegah penyalahgunaan.

Pemerintah juga mengimbau warga agar tidak lagi melepasliarkan spesies invasif ke aliran sungai. Kesadaran masyarakat dinilai sebagai kunci utama dalam menjaga kelestarian perairan Jakarta.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed