Jurnalis TV, Tangerang Selatan – Memasuki awal Februari 2026, pemerintah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) yang telah mulai dioperasikan sejak Desember 2025 bagi korban banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat, agar seluruh pengungsi dapat menempati hunian lebih layak sebelum memasuki bulan Ramadhan.
Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah warga terdampak bencana di wilayah tersebut mencapai lebih dari 105 ribu jiwa. Sampai saat ini sebagian besar warga masih bertahan di lokasi pengungsian dengan keterbatasan fasilitas dasar, sehingga membutuhkan penanganan lanjutan dari pemerintah.
Baca Juga: Pasar Rakyat Aceh Tamiang, Harapan Baru Pemulihan Ekonomi Pasca Bencana
BNPB mencatat progres pembangunan hunian sementara (huntara) telah mencapai 5.039 unit yang selesai dibangun dan siap dihuni dari total 17.332 unit yang diajukan. “Dari total 17.332 unit huntara yang diajukan, sebanyak 5.039 unit telah selesai dibangun dan siap dihuni,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan pers, pada Selasa (3/2/2026). BNPB menargetkan pembangunan huntara yang masih dalam proses dapat dimaksimalkan penyelesaiannya sebelum bulan puasa atau paling lambat pada 18 Februari 2026.
Selain pembangunan fisik huntara, BNPB juga menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah kerabat atau sanak saudara. Bantuan tersebut diberikan sebesar Rp600.000 per bulan selama tiga bulan. “Memasuki awal Februari 2026, sebanyak 18.938 rekening penerima DTH telah siap, dan bantuan telah disalurkan kepada 9.360 kepala keluarga,” tutur Abdul. Kebijakan ini menjadi solusi sementara untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi hingga seluruh huntara rampung dibangun..
Pembangunan huntara yang masih berlangsung serta penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) terus diupayakan oleh pemerintah dan BNPB. Diharapkan para pengungsi dapat segera menempati hunian yang lebih layak sebelum memasuki bulan Ramadhan.













Komentar