Jurnalis TV, Jakarta – Setiap tahun, ribuan mahasiswa lulus dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan menyandang gelar akademik dan harapan besar untuk memasuki dunia kerja. Namun, muncul pertanyaan yang kerap diperbincangkan: apakah lulusan kampus ini benar-benar siap bersaing atau justru menghadapi tantangan besar dalam mendapatkan pekerjaan?
Seiring perkembangan zaman dan tuntutan industri yang semakin kompetitif, lulusan perguruan tinggi dituntut tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan praktis, pengalaman, serta soft skills yang memadai. Dunia kerja kini lebih selektif dalam memilih tenaga kerja yang adaptif dan siap menghadapi perubahan.
Sebagian pihak menilai bahwa lulusan UIN Jakarta memiliki peluang yang cukup besar, terutama dalam bidang keislaman, pendidikan, dan sosial. Namun, disisi lain, ada anggapan bahwa lulusan universitas tersebut masih perlu meningkatkan kompetensi di bidang teknologi, komunikasi, dan profesionalisme agar mampu bersaing di dunia kerja modern.
Baca Juga: UIN Jakarta Hadirkan Fasilitas Baru Dukung Aktivitas Kampus
Siti Romlah, alumni prodi Komunikasi Penyiaran Islam, mengungkapkan pengalamannya setelah lulus. “Selama menjadi mahasiswa di UIN, alhamdulillah, saya tidak terlalu struggle dalam mencari pekerjaan ya. Dan saya rasa teman-teman saya juga, kalau di kelas saya yang salah itu tidak terlalu stabil, maksudnya tidak terlalu susah ya,” ujarnya.
Naswan Husni Mubarak, selaku mahasiswa juga berpendapat tentang bekal yang selama ini didapat di kampus. Menurutnya, hal itu belum cukup untuk menghadapi dunia pekerjaan. “Hal ini belum bisa dikatakan cukup bahwa kita sebagai mahasiswa dituntut untuk mampu memiliki nilai-nilai profesionalisme, berpikir kritis tentang mampu menghadapi perkembangan zaman atau dalam artian adaptif. Apalagi kita sebagai mahasiswa dituntut atau mempunyai peran, yaitu dengan lima peran yang salah satunya adalah agent of change, pembawa perubahan, bahwa kita dituntut untuk mampu menyesuaikan dengan kondisi yang ada sekarang ini,” ujarnya.
Jodi Bintang Brilian, selaku mahasiswa, mengungkapkan bahwa seorang mahasiswa yang sedang menuju jenjang lebih tinggi untuk menjadi seorang pekerja sudah seharusnya memiliki fondasi utama sejak dini. Menurutnya, “Seorang mahasiswa yang sedang menuju ke jenjang lebih tinggi lagi untuk menjadi seorang pekerja itu sudah cukup untuk menjadi pondasi utamanya, mulai dari mulai komunikasi dan secara akademisnya mungkin. Kalau misalkan berbicara tentang masalah akademik, ya, mahasiswa memang unggul di atas kertas. Tapi kalau misalnya secara praktik, mungkin itu masih belum cukup dan perlu dipelajari itu terlebih dalam lagi,” ujarnya.
Bulghoni, selaku mahasiswa, juga berpendapat, “Menurut saya, yang diberikan kampus itu belum cukup karena ketika kita sebagai manusia itu harus banyak belajar, sedangkan kampus hanya memberikan sedikit-banyak dari bekal kehidupan yang akan kita rasakan setelah di kampus. Jadi, menurut saya harus ada pengembangan diri atau upgrade diri dari diri sendiri untuk mengikuti banyak workshop dan lain kegiatan. Jadi harus di-upgrade lagi. Jadi kalau dari kamu saja tidak cukup gitu,” ujarnya.
Meski demikian, berbagai upaya telah dilakukan oleh pihak kampus untuk meningkatkan kualitas lulusan, seperti penyediaan pelatihan keterampilan, magang, serta kerja sama dengan berbagai instansi. Hal ini menjadi langkah strategis dalam menjembatani kebutuhan dunia kerja dengan kompetensi mahasiswa.
Dengan demikian, anggapan bahwa lulusan UIN Jakarta sulit mendapatkan pekerjaan tidak sepenuhnya benar. Tantangan memang ada, tetapi peluang tetap terbuka luas bagi mereka yang mau berusaha dan terus berkembang. Pada akhirnya, kesiapan individu menjadi kunci utama dalam menghadapi dunia kerja yang semakin dinamis.
















Komentar