Jurnalis TV, Jakarta – Wakil Presiden Gibran Rakabuming memandang perlunya penambahan kurikulum dalam Pelajaran wajib Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) meliputi program Pelajaran Artificial Intelligence (AI) dan coding.
“Kemarin saya titip ke Pak Menteri di rapat terakhir kita, ini kalau bisa mungkin di tingkat SD, atau SMP mungkin diterapkan juga pelajaran coding,” ujarnya saat memberi arahan dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Pendidikan Dasar dan Menengah di Jakarta, pada Senin (11/11/2024).

Adanya mata pelajaran ini diharapkan dapat mengimplementasikan program digitalisasi, serta meningkatkan kualitas pendidikan agar generasi mendatang siap bersaing di dunia dengan kemampuan AI dan coding. Sementara itu Mendteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti telah merencanakan penerapan pendidikan AI dan coding di beberapa sekolah dengan mempertimbangkan kesiapan sarana dan prasarana Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang dimiliki masing-masing sekolah.
“Ini saya sekalian sampaikan bocoran resmi. Jadi kami sampaikan dalam rencana kami untuk pembaruan kurikulum yang akan datang itu akan menambahkan mata pelajaran AI dan coding sebagai mata pelajaran pilihan di sekolah-sekolah yang sudah mampu melaksanakan,” ucap Abdul Mu’ti.
Baca Juga: Sikap Anti-Sains di Kalangan Muslim: Memahami Ilmu Sains, Konteks Keselarasan, dan Solusinya
Lantas, hal ini membawa pertanyaan baru mengenai situasi fasilitas TIK yang ada di berbagai sekolah. Pada 2021 Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan Dasar dan Menengah (PAUD Dikdasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jumeri menyebut fasilitas Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di SD masih minim. Setidaknya terdapat 120 ribu SD yang kesediaan alat TIK-nya tak mumpuni.
“Meskipun ini sudah banyak yang dibantu, tapi masih ada khususnya lebih dari 120 ribu sekolah SD yang belum memiliki TIK (standar) minimal,” kata Jumeri dalam Peluncuran Bimbingan Teknis Pembelajaran Berbasis TIK (Bimtek PembaTIK), Kamis, 15 April 2021.
Selain itu, berdasarkan catatan Peneliti Lembaga Kajian Pendidikan dan Kebudayaan (LKPK) hingga tahun 2020, dari total 214 ribu sekolah di Indonesia 80.000 sekolah di antaranya belum terhubung ke internet sama sekali. Praktis, terdapat ribuan sekolah yang sama sekali tidak memiliki fasilitas TIK di sekolah.
Referensi:
Acer Indonesia. (2021, Oktober 27). Peran Fasilitas TIK Sekolah Terhadap Bidang Pendidikan di Indonesia. Acer Indonesia. https://www.acerid.com/pendidikan/peran-fasilitas-sekolah-terhadap-kualitas-pendidikan
Fathur Rochman. (2024, November 12). Giban minta pelajaran AI dan coding diterapkan di tingkat SD atau SMP. Antara News Mataram. https://mataram.antaranews.com/berita/394193/giban-minta-pelajaran-ai-dan-coding-diterapkan-di-tingkat-sd-atau-smp
Nabilla Fatiara. (2024, November 11). Gibran Minta ke Mendikdasmen, Ada Mata Pelajaran Coding di Jenjang SD-SMP. kumparan.com. https://kumparan.com/kumparanmom/gibran-minta-ke-mendikdasmen-ada-mata-pelajaran-coding-di-jenjang-sd-smp-23tOuDjvwom/full
Medcom.id. (n.d.). Fasilitas TIK di 120 Ribu SD Tak Mumpuni Berpotensi Hambat AN. Medcom.id. https://www.medcom.id/pendidikan/news-pendidikan/PNgYMDLk-fasilitas-tik-di-120-ribu-sd-tak-mumpuni-berpotensi-hambat-an
Nefi, A., & Fajri, D. A. (2024, November 15). Gibran Usul Coding dan AI Masuk Kurikulum SD dan SMP, Pakar Siber: Harus Pakai Format Anak-anak. Tempo.co. https://www.tempo.co/sains/gibran-usul-coding-dan-ai-masuk-kurikulum-sd-dan-smp-pakar-siber-harus-pakai-format-anak-anak-1168786













Komentar