Jurnalis TV, Jakarta – Pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengenai cadangan bahan bakar minyak nasional yang disebut hanya cukup sekitar 20 hari memicu kekhawatiran di tengah masyarakat. Kondisi ini bahkan memicu fenomena panic buying di sejumlah daerah.
Sejumlah warga dilaporkan mulai mendatangi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk mengisi bahan bakar lebih banyak dari biasanya. Akibatnya, antrean kendaraan di beberapa SPBU pun terlihat lebih panjang dibandingkan hari normal.
Baca Juga: Medsos Tak Lagi Bebas Untuk Anak? Pemerintah Perketat Aturan Digital
Menanggapi hal tersebut, Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa angka 20 hari yang ia sampaikan merupakan gambaran cadangan operasional BBM nasional, bukan berarti pasokan energi dalam kondisi kritis.
“Tidak perlu khawatir. Stok BBM kita aman dan distribusi tetap berjalan seperti biasa,” jelasnya, dilansir dari Liputan6, pada Rabu (5/3/2026).
Pemerintah melalui Kementerian ESDM pun mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Pasalnya, perilaku panic buying justru berpotensi mengganggu distribusi di tingkat lapangan.
Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menegaskan bahwa stok BBM nasional masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying maupun penimbunan BBM karena stok dalam kondisi aman,” ujar Anggia, dilansir dari Antara, pada Selasa (4/3/2026).
Di sisi lain, PT Pertamina (Persero) memastikan pasokan BBM nasional masih dalam kondisi aman. Corporate Secretary Roberth MV Dumatubun mengatakan cadangan BBM nasional saat ini berada di kisaran sekitar 21 hari dan masih dalam batas aman karena terus diperbarui melalui produksi kilang domestik maupun pengadaan impor yang telah direncanakan.
“Stok tersebut bersifat dinamis karena terus diperbarui melalui produksi kilang domestik maupun pengadaan impor yang telah direncanakan,” ujar Roberth, dilansir dari SuaraMerdeka.com, pada Sabtu (7/3/2026).
Terkait hal tersebut pemerintah menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang dapat memicu kepanikan, sehingga distribusi BBM dapat terus berjalan stabil.













Komentar