Jurnalis TV, Tanggerang Selatan — Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang jatuh pada tanggal 21 Februari, diadakan peliputan di Kelurahan Kembangan Utara, Jakarta Barat. Kegiatan liputan ini melibatkan aparat kelurahan, komunitas pengelola sampah, serta masyarakat setempat, dengan tujuan mengidentifikasi tantangan pengelolaan sampah, khususnya dalam sampah rumah tangga, mulai dari proses pengumpulan dan pengelolaan yang telah diterapkan di lingkungan tersebut.
Mengingat sampah masih menjadi masalah besar di Indonesia. Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature pada September 2024, Indonesia menempati peringkat ketiga sebagai negara penyumbang polusi plastik, dengan total emisi mencapai 3,4 juta metrik ton. Data CNBC Indonesia juga mencatat bahwa total sampah di Indonesia mencapai 69,9 juta ton pada tahun 2023. Angka ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan harus menjadi prioritas bersama.
Dalam wawancara dengan Marcelin Swastika Yuniarti, selaku Kasi Ekonomi Pembangunan Kelurahan Kembangan Utara, menyoroti pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Ia menyatakan bahwa bertambahnya sampah seiring dengan tingginya konsumsi masyarakat terutama produk kemasan menjadi tantangan yang harus diatasi bersama.
“Semua RW di sini udah punya bank sampah yang berjalan cukup baik sesuai Pergub, pengelolaannya juga profesional. Kantor kelurahan sendiri punya bank sampah yang dikelola sama Pasukan Oren. Tapi, ya tantangannya tetap ada, terutama karena konsumsi masyarakat terhadap produk kemasan yang terus meningkat” ujar Marcelin
Ia menegaskan bahwa setiap individu bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan, dengan memilah, mendaur ulang, atau mengolahnya menjadi kompos.
Tidak jauh beda dengan itu, Amin Makroji, anggota PPSU Kelurahan Kembangan Utara, juga turut menyoroti pentingnya kepedulian masyarakat dalam pengelolaan sampah yang terus meningkat. Salah satu upaya yang dinilai efektif adalah program pemilahan melalui bank sampah. Meski begitu, Amin mengakui tantangannya cukup besar
“Masih ada warga yang kurang peduli sama sampah, oleh karena itu kerja bakti rutin setiap minggu terus digalakkan agar sampah tidak menumpuk dan menimbulkan dampak buruk, seperti banjir yang lebih parah. Saya berharap sih masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan demi kenyamanan bersama,” ujarnya
Pandangan yang sama pun datang dari Abdullah Syafi’i, warga Kelurahan Kembangan Utara, berpendapat bahwa menjaga kebersihan sangat penting, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Ia pun menekankan pentingnya membuang sampah dengan teratur.
“Menurut saya, buang sampah itu harus teratur pada tempatnya, karena semakin banyak populasi manusia, semakin banyak orang yang menganggap sampah itu enteng,” ujarnya.
Pak Satam, selaku penanggung jawab Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Kembangan Utara, menyoroti kendala yang dihadapinya, mulai dari kurangnya armada pengangkut hingga minimnya fasilitas bagi petugas kebersihan.
Selain itu, ia juga menegaskan bahwa kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya masih rendah, yang membuat pekerjaan menjadi lebih berat.
“Sebenarnya, permasalahan ini adalah tanggung jawab kita semua. Dengan adanya kerjasama yang baik, saya yakin kita bisa menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman,” ucap Pak Satam.
Hari Peduli Sampah Nasional adalah momen yang tepat bagi kita semua untuk merenung dan bertindak. Sampah bukan hanya masalah yang tampak, tetapi juga ancaman bagi kesehatan dan kelangsungan hidup bumi. Jika kita semua bersatu, dimulai dengan langkah kecil, maka perubahan besar bisa terjadi.
Mari kita jaga bumi bersama, karena sampah kita, tanggung jawab kita.
Selamat Hari Peduli Sampah Nasional! Saatnya kita mulai perubahan dari diri kita sendiri!













Komentar