Jurnalis TV, Jakarta – Dunia perfilman horor Indonesia kembali menggeliat dengan kehadiran film terbaru bertajuk Labinak: Mereka Ada Di Sini, garapan sutradara Azhar Kinoi Lubis. (10/07/2025) Mengusung genre horor psikologis yang tak lazim, film ini menyajikan kisah mengerikan tentang praktik kanibalisme yang dibalut dengan kritik sosial tajam terhadap ketimpangan ekonomi dan kekuasaan. Labinak dijadwalkan tayang di bioskop mulai 21 Agustus 2025.

Diproduksi oleh Anami Films, Labinak: Mereka Ada Di Sini dibintangi oleh sederet aktor papan atas seperti Raihaanun, Nayla D. Purnama, Arifin Putra, Giulio Parengkuan, Chantiq Schagerl, Jenny Zhang, Aimee Saras, dan Ivanka Suwandi. Film ini memperkenalkan teror yang tak hanya membuat bulu kuduk merinding, tetapi juga menggugah kesadaran sosial penontonnya.
Baca Juga: Lyora: Penantian Buah Hati Hadirkan Perjuangan Emosional Pejuang Garis Dua
Cerita berpusat pada tokoh Najwa (Raihaanun), seorang guru honorer sekaligus penyintas kekerasan seksual yang berjuang membesarkan putrinya, Yanti (Nayla Purnama), di tengah kemiskinan dan keterbatasan. Harapannya untuk hidup lebih baik membawanya ke Jakarta, namun justru membawanya ke dalam lingkaran sesat keluarga elit yang menjadi bagian dari sekte kanibalisme kuno bernama Bhairawa. Di sinilah, Najwa dan anaknya menjadi korban dari kekejaman manusia yang bersembunyi di balik topeng kekuasaan dan kemewahan.
Film ini terinspirasi dari urban legend tentang praktik kanibalisme kalangan elite demi memperpanjang usia dan mempertahankan kejayaan. Produser Dilip Chugani menyebut film ini bukan sekadar horor biasa, melainkan juga sarat pesan sosial. “Labinak ingin menyampaikan cerita yang menyeramkan namun penuh makna—menggabungkan folklor, kritik sosial, dan realitas ketimpangan hidup masyarakat melalui pendekatan horor yang segar dan tidak biasa,” ujarnya.
Sementara itu, Sanjeev Bhalla, salah satu produser lainnya, menegaskan bahwa horor dalam film ini adalah metafora atas brutalitas sosial yang terjadi di sekitar kita. “Melalui karakter Najwa dan keluarga Bhairawa, film ini menunjukkan bagaimana orang miskin kerap menjadi tumbal sistem yang tidak adil. Labinak adalah gambaran simbolis dari realitas yang menghantui banyak masyarakat di dunia nyata.”
Sutradara Azhar Kinoi Lubis dikenal lewat sentuhan khasnya yang mampu menggabungkan atmosfer horor dan kedalaman emosi karakter. Dalam film ini, ia menghadirkan nuansa menyeramkan yang tidak hanya berasal dari makhluk halus atau darah, melainkan dari sesama manusia itu sendiri. “Setiap keheningan, bayangan, dan teriakan dalam film ini membawa beban emosional yang dalam. Saya ingin penonton tidak hanya takut, tapi juga merenung,” jelas Azhar.
Raihaanun mengungkapkan bahwa peran sebagai Najwa adalah tantangan besar sekaligus kehormatan baginya. “Najwa adalah suara dari jutaan perempuan yang hidup dalam keterbatasan dan terpaksa menghadapi pilihan-pilihan yang sangat sulit demi masa depan anaknya. Film ini menunjukkan bahwa terkadang, teror terbesar bukan datang dari makhluk gaib, tapi dari manusia dan sistem yang mereka ciptakan,” katanya.
Dengan premis yang kuat, visual gelap yang atmosferik, serta narasi yang menggugah, Labinak: Mereka Ada Di Sini menjadi salah satu film horor yang paling ditunggu tahun ini. Lebih dari sekadar menakuti, film ini berusaha menyentuh nurani dan membuka diskusi tentang bagaimana kekuasaan bisa memakan orang-orang tak bersalah secara harfiah maupun simbolis.
Ikuti informasi terbaru tentang film ini melalui Instagram resmi @anamifilms_official. Jangan lewatkan penayangannya di bioskop seluruh Indonesia mulai 21 Agustus 2025.













Komentar