Jurnalis TV, Jakarta – Hichki adalah film Bollywood yang mengangkat tema soal pendidikan. Film ini dirilis pada tanggal 28 Maret 2018, yang di sutradarai oleh Siddharth P. Malhotra. Sebelumnya film Hichki mendapatkan beberapa kali penolakan dari berbagai rumah produksi, hingga akhirnya diterima oleh Yash Raj Films.

Film ini diperankan oleh Rani Mukherjee sebagai tokoh utama dan mendapatkan sambutan hangat dari para kritikus. Film ini menceritakan seorang penderita “Tourette Syndrome” yang bercita-cita tinggi untuk menjadi seorang guru, namun terus menerus ditolak oleh berbagai sekolah hingga lima tahun berturut-turut akibat kondisinya. sindrom Tourette adalah gangguan sistem saraf yang membuat seseorang mengulangi kedutan, gerakan, atau suara secara tiba-tiba dan tanpa kendali. Serangan pada sindrom Tourette tidak selalu menunjukkan tanda-tanda sebelumnya. Serangan ini bisa terjadi secara serius, bahkan bisa memengaruhi hidup penderita maupun orang di sekitarnya. Sindrom ini sindrom yang bisa terjadi pada semua kalangan. Namun, pria memiliki kemungkinan risiko tiga kali lebih tinggi daripada wanita. Tanda-tanda sindrom Tourette biasanya terlihat sebelum penderitanya berusia 18 tahun.
Baca Juga: Fatherhood Dalam Drama Korea Love Scout: Pekerjaan dan Merawat Anak
Sinopsis Film ‘Hichki’
Film melatarbelakangi mengenai seorang wanita bernama Naina Mathur yang memiliki menderita Sindrom Tourette. Penyakit tersebut cukup mengganggu aktivitas Naina sehari-hari. Ia harus mengalami gerakan berulang yang tak terkendali dan kondisi itu bisa terjadi kapan saja.
Naina sadar bahwa penyakitnya sulit untuk disembuhkan. Naina memiliki sebuah cita-cita yang mulia, ia ingin menjadi seorang guru. Dengan keterbatasan nya banyak orang yang meragukannya. Bahkan ia sudah ditolak oleh beberapa sekolah yang ia lamar. Namun hal tersebut tidak membuatnya menjadi lemah, justru malah membuatnya lebih semangat mencari lowongan guru.
Naina akhirnya berhasil menjadi guru di Sekolah Menengan Atas (SMA) St.Norker’s. Impiannya menjadi guru sudah terwujud, namun masih ada perjalanan lain yang harus dilalui Naina.
Ia bertugas sebagai wali kelas yang berisi murid-murid aktif, bandel, dan berbagai macam karakter serta permasalahan sekolah.
Tak jarang murid-murid tersebut mengejeknya dan menjahili nya. Terkadang ia merasa menyerah saat menghadapi mereka. Tapi, tekad Naina lebih besar, ia ingin murid-murid nya tersebut pintar dan sukses.
Usaha Naina tentunya tidak mudah dalam mengajari 14 anak yang kurang beruntung ini. Menurut nya, tidak ada murid yang nakal, adanya guru yang tidak bagus mengajarnya.
Di tengah keterbatasannya, Naina tidak hanya berupaya menjadi guru terbaik serta bijak. Ia juga berjanji ingin menjadi sosok paling diandalkan oleh murid-murid dalam segala situasi.
Film ini sukses dengan meraup keuntungan sebesar ₹2 miliar di seluruh dunia. Film ini juga berhasil meraih lima penghargaan (masing-masing dua, dari Festival Film India Melbourne dan Penghargaan Akademi Indywood dan satu dari Festival Film Giffoni), serta memberikan Mukerji beberapa nominasi berkategorikan Aktris Terbaik dari upacara penghargaan Filmfare, Screen dan Zee Cine.













Komentar