oleh

Kita Semua Terjebak di Dalam Trend Instagram Story “Add Yours”

banner 468x60
Foto: Twitter/ezash

Penulis: Devina Puti Z    | Editor: Hadid Aulia

JTV– “Jaman sekarang enak dah kalo mau nipu orang. Liat IG Story nya aja, tungguin dia latah prompt sticker kumpulin informasinya. Nama Panggilan, kota tinggal, nama pasangan/anak, ultah. Gak sekalian besok2 masukin nama ibu kandung, sama 3 nomor belakang CVV/CVC kamu? (emoticon)” Tulis akun @Eza Hazami di twitter.

banner 336x280

Saat ini dengan adanya perkembangan teknologi yang sangat pesat, membuat berbagai aktifitas dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Ditambah lagi faktor pendukung lainnya seperti internet dan media sosial, yang kian hari banyak memunculkan berbagai isu popular ditengah masyarakat.

Akhir-akhir ini, instagram menghadirkan fitur stiker ‘Add Yours’ atau Balasan Anda bagi penggunanya. Stiker ini bertujuan agar pengguna instagram bisa memberikan sebuah challenge kepada para followers-nya. Lalu, followers tersebut bisa mengikuti tantangan dengan memberikan balasan stiker tersebut di instagram story mereka.

Tantangan dari setiap stiker ini berbeda. Misalnya stiker ‘Add Yours yang menanyakan ‘siapa artis favorit kamu’ dan pengguna instagram akan memberikan foto terkait artis favorit mereka di instagram stories. Selain itu, juga bermunculan challenge yang meminta pengguna untuk menyebutkan usia mereka, tanggal lahir, dan tak jarang juga meminta pengguna untuk menyebutkan data keluarga seperti pasangan.

Namun sayangnya, stiker “Add Yours” yang disebarluaskan dicerita instagram membuat setiap pengguna kecolongan. Pasalnya, secara tidak sadar mereka sudah membagikan identitas dirinya kepada pengguna lain. Bisa saja identitas tersebut dapat dimanfaatkan oleh pihak terkait untuk tindak kejahatan yang menyerang personal tiap pengguna.

“Bener, gak nyangka ih bakal jadi kek gitu. Niat just for fun aja malah begini” Ujar Tara Hanggoro, Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Jakarta.

Pada awalnya hanya untuk hiburan, namun trend ini bisa saja dan memungkinkan untuk dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk melakukan tindak kejahatan.

“Iyaa bisa dimanfaatkan sama oknum-oknum penipu, dan oknum kejahatan lainnya” Tambahnya.

Foto: Twitter/ditamoechtar_

Menurut kesaksian akun @ditamoechtar_ di twitter, Dita membagikan sebuah kisah bahwa temannya menjadi korban akibat trend “Add Yours” yang dibagikan di cerita instagram.Ia mengatakan bahwa temannya tersebut tertipu oleh pelaku penipuan yang memanggil nya dengan nama panggilan kecilnya. Sebelumnya, korban mengikuti challenge untuk memberitahukan variasi nama panggilan di Instagram Stories.

“Pagi td temen sy tlp, nangis2 abis ditipu katanya. Biasalah, penipu yg tlp minta transfer gtu. Yg bikin temen sy percaya, si penipu manggil dia ‘pim’. ‘Pim’ adalah panggilan kecil tmn sy, yg hanya org deket yg tau. Terus dia inget dia abis ikutan ini” Tulisnya di twitter.

Siapa saja bisa menjadi korban penyalahgunaan identitas atau data pribadi. Pelaku memanfaatkan hal tersebut dengan memanggil korban dengan panggilan masa kecilnya. Korban pun percaya dan  pelaku meminta korban untuk mengirimkannya sejumlah uang.

Informasi apapun yang sudah disebarluaskan dimedia sosial, maka informasi tersebut sudah menjadi milik publik. Bagi warganet, challenge seperti ini bertujuan untuk menghibur atau untuk kesenangan semata saja. Harusnya kita lebih berhati-hati karena ‘challenge’ seperti ini justru akan dimanfaatkan oleh orang iseng. Oleh karena itu, berhati-hati dan bijak dalam menggunakan media sosial, agar tidak terjerumus kedalam jebakan yang merugikan setiap pengguna yang ada didalamnya.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *