oleh

Rasuna Said: Pahlawan Pejuang Hak Perempuan di Balik Nama Jalan di Jakarta

banner 468x60

Jurnalis TV, Tangerang Selatan – Nama Rasuna Said diketahui sebagai nama salah satu jalan, dengan banyak gedung perkantoran di Jakarta. Tapi, tak banyak yang benar-benar mengenal siapa sosok di balik nama ini. Rasuna Said bukan hanya bagian dari banyaknya nama jalan, melainkan pahlawan perempuan yang lantang menyuarakan keadilan dan kesetaraan, bahkan sebelum kemerdekaan diproklamasikan.

Rasuna Said, dengan nama lengkap Hajjah Rangkayo Rasuna Said, lahir di Desa Panyinggahan, Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada September 1910. Ia berasal dari keluarga aktivis. Sang ayah, Muhammad Said, adalah seorang saudagar Minangkabau dan mantan aktivis pergerakan.

banner 336x280

Sejak kecil, Rasuna dikenal sebagai sosok yang rajin dan cerdas. Berkat kecerdasannya, ia sudah menjadi asisten guru di usia 16 tahun, tepatnya pada 1926, di Sarekat Rakyat yang menginspirasi perempuan untuk memiliki mimpi besar.

Pada tahun 1930, Rasuna Said bergabung dengan gerakan Islam dan mendirikan Persatuan Muslim Indonesia (PERMI). Melalui organisasi ini, ia menyuarakan kritik terhadap pemerintahan kolonial Belanda dan perlakuan tidak adil terhadap perempuan.

Baca Juga: Ibnu Sina: Sang Jenius Muslim dan Warisannya di Dunia Ilmu Pengetahuan

Setahun kemudian, pada 1931, Rasuna pindah ke Padang dan mendirikan divisi perempuan di PERMI. Divisi ini fokus membuka sekolah sastra khusus perempuan di seluruh wilayah Sumatera Barat. Aktivitasnya yang berani membuatnya ditangkap oleh pemerintah kolonial pada 1932 karena berani menyampaikan pidato-pidato yang menentang kekuasaan Belanda.

Ia dibebaskan pada tahun 1934, saat usianya menginjak 24 tahun. Setelah itu, ia memulai karier di dunia jurnalistik dengan menulis untuk jurnal pendidikan bernama Raya. Perjuangannya tak berhenti di sana. Di tahun-tahun berikutnya, Rasuna terus membuka sekolah untuk perempuan dan menjadi pembicara yang mewakili suara kelompok perempuan Muslim.

Pasca kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, Rasuna aktif di Badan Penerangan Pemuda Indonesia dan Komite Nasional Indonesia. Ia juga ditunjuk sebagai perwakilan Sumatera Barat, lalu diangkat menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Serikat (DPR RIS) dan Dewan Pertimbangan Agung (DPA) hingga akhir hayatnya.

Rasuna Said wafat pada 2 November 1965 di Jakarta. Atas jasa-jasanya, ia dinobatkan sebagai salah satu pahlawan nasional. Namanya pun diabadikan sebagai nama jalan di Jakarta sebagai bentuk penghargaan atas perjuangannya.

Pengendara melintas di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta. (Dok. detikNews)
Pengendara melintas di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta. (Dok. detikNews)
banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *