oleh

Suporter Persebaya Bawa Buaya Asli ke Lokasi Nobar Derby Jawa Timur di Surabaya

banner 468x60

Jurnalis TV, Tangerang Selatan – Momen tak terduga mewarnai gelaran nonton bareng (nobar) laga Derby Jawa Timur antara Persebaya Surabaya melawan Arema FC di Lapangan Kodikmar, Dukuhpakis, Surabaya, pada Selasa (28/4/2026). Aksi tersebut langsung viral di berbagai platform media sosial.

Ribuan Bonek (Supporter Persebaya) memadati Lapangan Kodikmar dengan penuh semangat. Nyanyian dukungan menggema, flare menyala, dan atribut hijau-putih kebanggaan Bajul Ijo berkibar di mana-mana. Suasana itu semakin memanas ketika seorang suporter tiba-tiba muncul dengan seekor buaya yang diikat dan dibawa ke tengah kerumunan. Pemandangan tersebut langsung viral di TikTok dan berbagai media sosial lainnya.

banner 336x280

Baca Juga: Galeri Foto Klub Sepakbola Indonesia Persija Jakarta

Aksi membawa buaya asli tersebut diduga kuat merupakan bentuk provokasi simbolik yang ditujukan kepada Arema FC, klub rival yang berjuluk Singo Edan atau Singa Gila. Buaya sendiri merupakan maskot resmi Persebaya Surabaya, dan bagi Bonek, reptil tersebut melambangkan keberanian sekaligus dominasi. Tidak sedikit yang menilai aksi ini sebagai cara Bonek menegaskan identitas dan keunggulan tim kebanggaan mereka.

Laga tersebut sejatinya berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. Namun, akibat kebijakan larangan suporter tandang yang diberlakukan oleh PSSI, Bonek tidak dapat hadir langsung menyaksikan tim kesayangan mereka berlaga. Kebijakan itu justru mendorong para suporter menggelar nobar besar-besaran di berbagai titik di Surabaya sebagai wujud dukungan dari jarak jauh.

Persebaya akhirnya tampil dominan dan menang telak 4-0 atas Arema FC. Francisco Rivera menjadi bintang laga dengan mencetak dua gol, sementara Jefferson Silva dan Mikel Alfredo Tata masing-masing menyumbang satu gol. Kemenangan telak itu disambut pesta suka cita oleh ribuan Bonek di seluruh lokasi nobar.

Namun, aksi membawa buaya asli ke kerumunan publik ini tidak luput dari sorotan dan kritik. Sejumlah pihak menilai tindakan tersebut membahayakan keselamatan warga sekitar, termasuk anak-anak yang turut hadir di lokasi nobar. Lebih jauh, aksi ini juga dinilai melanggar aturan karena membawa satwa liar ke area publik tanpa izin yang sah dari pihak berwenang. 

Terlepas dari kontroversi yang menyertainya, momen nobar Derby Jawa Timur kali ini berhasil meninggalkan kesan mendalam, tidak hanya bagi Bonek yang merayakan kemenangan besar Persebaya, tetapi juga hagi publik yang menyaksikannya melalui media sosial. Kemenangan 4-0 atas Arema FC pun menjadi pelipur lara sekaligus kebanggaan tersendiri bagi seluruh pendukung Bajul Ijo.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed