Jurnalis TV, Tangerang Selatan – Tekanan akademik yang meningkat di kalangan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi perhatian serius karena berdampak pada kondisi kesehatan mental. Berbagai tuntutan perkuliahan seperti tugas yang menumpuk, deadline yang ketat, serta aktivitas tambahan menjadi faktor utama yang memicu tekanan tersebut.
Fenomena ini terjadi di lingkungan kampus dan dirasakan oleh banyak mahasiswa, khususnya dalam proses perkuliahan sehari-hari. Kondisi ini membuat mahasiswa harus mampu beradaptasi dengan cepat di tengah berbagai tuntutan yang datang secara bersamaan.
Dosen Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. Ilmi Amalia, M.Psi., menyampaikan bahwa tekanan akademik memiliki dampak nyata terhadap kondisi psikologis mahasiswa. “Tekanan akademik bisa mempengaruhi psikologis mahasiswa, misalnya dari tuntutan tugas, nilai, ekspektasi orang tua, hingga memikirkan masa depan karier,” ujarnya.
Baca Juga: Capek Mental! Inilah Yang Dirasakan Sandwich Generation
Ia menjelaskan, dampak yang sering muncul meliputi overthinking, rasa tidak percaya diri, gangguan tidur, hingga kecenderungan menunda pekerjaan. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif dari pihak kampus dalam memberikan dukungan, seperti melalui dosen pembimbing akademik, pihak program studi, serta penyediaan layanan kesehatan mental secara profesional.
Sementara itu, pengalaman serupa juga dirasakan oleh mahasiswa. Ahmad Irfan Pratama, mahasiswa semester 2 Biologi UIN Jakarta, mengaku telah menghadapi tekanan akademik sejak awal perkuliahan. “Tekanan yang saya rasakan berupa tugas yang mendadak, deadline yang dimajukan, dan adanya tuntutan untuk buru-buru menyelesaikan pekerjaan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa berbagai kegiatan yang muncul secara tiba-tiba turut menambah beban. Meski sempat hampir terdampak secara mental, ia mampu mengatasinya dengan beradaptasi serta melakukan aktivitas positif seperti healing dan olahraga, sehingga tekanan yang dirasakan menjadi lebih ringan.
Situasi ini menunjukkan bahwa tekanan akademik tidak hanya berdampak pada proses belajar, tetapi juga pada kesehatan mental mahasiswa. Dengan adanya kesadaran dari mahasiswa serta dukungan dari pihak kampus, diharapkan tercipta lingkungan belajar yang lebih sehat, seimbang, dan kondusif.



















Komentar