Jurnalis TV, Jakarta – Masyarakat Indonesia tahun ini merasakan dua momen keagamaan besar yang hadir hampir bersamaan pada Februari 2026. Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili diperingati pada 17 Februari 2026, sementara awal Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada 19 Februari 2026. Penetapan awal Ramadhan tersebut mengacu pada kalender Hijriah yang disusun oleh Kementerian Agama Republik Indonesia serta perhitungan hisab astronomi.
Kedekatan waktu ini membuat suasana perayaan terasa berbeda dari biasanya. Dalam rentang waktu yang hampir bersamaan, sebagian masyarakat bersiap menyambut Tahun Baru Imlek, sementara sebagian lainnya mempersiapkan diri memasuki bulan suci Ramadhan.
Baca Juga: Ramadhan Makin Dekat, Bantuan Pangan untuk 33,2 juta Keluarga Disiapkan
Fenomena ini terjadi di negara yang memang dikenal dengan keberagamannya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2024, jumlah penduduk Indonesia telah mencapai lebih dari 280 juta jiwa. Sekitar 87 persen merupakan umat Islam, sedangkan penganut Konghucu dan masyarakat Tionghoa menjadi bagian dari kelompok minoritas yang juga diakui keberadaannya secara resmi di Indonesia.
Perayaan Ramadhan sendiri memiliki makna penting bagi umat Islam. Selama satu bulan penuh, umat Islam menjalankan ibadah puasa, memperbanyak ibadah seperti sholat tarawih dan tadarus Al-Qur’an. Selain itu, Ramadhan juga menjadi momen untuk memperbanyak sedekah dan mempererat kepedulian sosial, termasuk melalui zakat fitrah yang wajib ditunaikan menjelang Idul Fitri. Tidak hanya sebagai ibadah, Ramadhan juga menghadirkan suasana kebersamaan, baik dalam keluarga maupun di lingkungan masyarakat, seperti tradisi berbuka puasa bersama yang sudah menjadi bagian dari kehidupan umat Islam.
Sementara itu, Tahun Baru Imlek menjadi momen sakral sekaligus penuh kebersamaan bagi umat Konghucu dan masyarakat Tionghoa. Perayaan ini diisi dengan sembahyang Tahun Baru, berkumpul bersama keluarga, serta berbagai tradisi seperti berbagi angpao dan menyaksikan pertunjukan barongsai. Imlek tidak hanya dimaknai sebagai pergantian tahun, tetapi juga sebagai harapan akan kehidupan yang lebih baik.
Berdekatannya dua perayaan ini menunjukkan bagaimana masyarakat Indonesia hidup dalam perbedaan, namun tetap berdampingan dengan damai. Di tengah perbedaan keyakinan dan tradisi, setiap umat dapat menjalankan ibadahnya masing-masing dengan tenang.
Momen Imlek dan Ramadhan 2026 pun menjadi gambaran nyata bahwa keberagaman bukanlah pemisah, melainkan bagian dari kehidupan yang justru memperkuat rasa kebersamaan. Dalam waktu yang hampir bersamaan, dua perayaan berbeda hadir membawa pesan yang sama, yakni kehangatan, harapan, dan kebersamaan.













Komentar