oleh

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Aktivitas Vulkanik Kembali Meningkat

banner 468x60

Jurnalis TV, Tangerang Selatan – Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang kembali mengalami erupsi pada Sabtu pagi (14/2/2026). Berdasarkan laporan sejumlah sumber resmi, awan panas guguran (APG) terpantau meluncur hingga 6 kilometer dari puncak kawah (Mahameru).

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, mengatakan “Terjadi erupsi pada pukul 05.54 WIB dan erupsi berupa awan panas guguran dengan jarak luncur enam kilometer mengarah ke sektor tenggara (Besuk Kobokan), sebaran abu teramati mengarah ke timur laut-utara”, seperti yang dikutip dari CNN Indonesia pada Sabtu (14/02/2026). 

banner 336x280

Erupsi berlanjut hingga Minggu pagi (15/2/2026) sekitar pukul 06.00 WIB dengan tinggi kolom letusan mencapai 700 meter di atas puncak. Arah sebaran abu dan material vulkanik dilaporkan mengarah ke timur laut.

Baca Juga: Gunung Marapi Erupsi, Menghantarkan Awan Vulkanik Setinggi 1 Kilometer

Data pemantauan menunjukkan aktivitas vulkanik masih tinggi. Hingga Minggu siang pukul 14.34 WIB, Semeru tercatat telah mengalami 315 kali letusan sepanjang 2026. Intensitas tersebut menunjukkan aktivitas gunung api tertinggi di Pulau Jawa itu masih fluktuatif dan berpotensi kembali terjadi. 

Erupsi yang berlangsung selama dua hari terakhir menyebabkan hujan abu tipis di sejumlah wilayah sekitar lereng gunung, terutama di Kabupaten Lumajang. Warga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan serta menggunakan masker guna meminimalisir dampak gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik.

“Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan timur laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 20 mm dan durasi 275 detik,” ujar Sigit Rian Alfian, selalu petugas pos pengamatan Gunung Semeru dalam laporan yang tertulis seperti dikutip dari CNN Indonesia pada Sabtu (14/02/2026). 

Sigit menjelaskan Gunung Semeru berada pada status aktivitas vulkanik Level III (Siaga). Dalam rekomendasinya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melarang masyarakat melakukan aktivitas dalam radius 13 kilometer dari puncak. Selain itu, warga juga diminta tidak beraktivitas di sepanjang aliran Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar.

Kepala PVMBG dalam keterangan resminya menjelaskan bahwa aktivitas erupsi Semeru masih didominasi gempa letusan dan guguran. Ia menegaskan bahwa potensi awan panas susulan tetap ada, terutama apabila terjadi akumulasi material di puncak yang kemudian runtuh. “Masyarakat diminta mematuhi rekomendasi zona bahaya dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah,” dikutip dari CNN Indonesia pada Sabtu (14/02/2026). 

PVMBG juga mengingatkan potensi banjir lahar dingin apabila hujan deras mengguyur kawasan puncak dan sekitarnya. Material vulkanik yang menumpuk di lereng dapat terbawa aliran sungai dan mengancam permukiman di wilayah hilir.

Pemerintah daerah bersama aparat terkait terus melakukan pemantauan dan sosialisasi kepada warga di kawasan rawan bencana. Hingga laporan ini disusun, belum ada laporan korban jiwa akibat erupsi tersebut.

Dengan meningkatnya aktivitas vulkanik, masyarakat di sekitar Gunung Semeru diimbau tetap waspada dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *