oleh

Media Alternatif Makin Dilirik Gen Z, Instagram Jadi Sumber Informasi Utama

banner 468x60

Jurnalis TV, Jakarta – Generasi Z di Indonesia kini lebih memilih mengonsumsi berita melalui media sosial, terutama Instagram, dibanding membaca artikel panjang di portal berita konvensional. Fenomena ini terjadi karena Gen Z terbiasa dengan arus informasi yang cepat dan singkat, sehingga lebih nyaman mencerna konten visual yang padat dan ringkas. Data We Are Social 2024 menunjukkan 85,3 persen pengguna internet Indonesia berusia 16–64 tahun aktif menggunakan Instagram, menjadikan platform ini sebagai salah satu sumber utama informasi bagi anak muda. Cara Gen Z mendapatkan berita pun berbeda: bukan lagi lewat artikel panjang, melainkan lewat unggahan singkat seperti Reels, infografik, dan swipe post yang dianggap lebih praktis dan mudah dipahami.

Fenomena ini memberi ruang besar bagi media alternatif seperti Folkative, USS Feeds, dan Cretivox. Dengan konten ringan, visual menarik, dan gaya bahasa santai, akun-akun ini lebih mudah terhubung dengan audiens muda. Sebaliknya, media arus utama seperti Detik.com, IDN Times, atau Kompas.com tetap memiliki keunggulan dalam menyajikan informasi yang mendalam, meski formatnya sering dianggap terlalu kaku oleh Gen Z.

banner 336x280

Baca Juga: Gen Z Bicara Investasi: Saat Kripto dan NFT Tak Lagi Hanya Tren, tapi Masa Depan!

Menurut Adrianus Sukanto, peneliti dari Maverick Analytics, Gen Z cenderung mencari berita yang dikemas dalam gaya visual storytelling agar lebih mudah dipahami. “Generasi ini terbiasa dengan arus informasi cepat, sehingga format pendek dan menarik menjadi kunci agar pesan tetap tersampaikan,” jelasnya dikutip dari PRCA Asia Pasifik.

Selain itu, laporan Vero ASEAN menyoroti munculnya fenomena “homeless media” media yang hanya hidup di platform sosial tanpa situs resmi seperti Folkative dan USS Feeds. Model ini terbukti mampu memikat Gen Z dengan pendekatan yang autentik, relevan, dan sesuai ritme konsumsi informasi mereka.

Tren konsumsi berita Gen Z melalui media sosial menunjukkan untuk tetap relevan, media besar di Indonesia perlu beradaptasi. Penyajian berita yang akurat tetap penting, tetapi pengemasan dengan gaya visual, ringkas, dan menghibur semakin dibutuhkan untuk menjangkau generasi muda yang akrab dengan budaya scroll dan swipe.

Referensi:

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *