Jurnalis TV, Jakarta – Wisuda ke-139 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali mengadakan prosesi wisuda ke Auditorium Harun Nasution pada sabtu (07/02/2026), setelah Wisuda ke-138 diselenggarakan di Taman Mini Indonesia Indah akibat proses penataan area kampus. Kini auditorium kampus telah siap kembali menjadi saksi kelahiran sarjana-sarjana baru. Kepulangan ini tidak hanya sekadar perpindahan lokasi, tetapi juga melambangkan pemulihan dan gotong royong civitas academica dalam merawat fasilitas kampus.
Auditorium Harun Nasution merupakan jantung kegiatan akademik UIN Jakarta yang telah menjadi saksi bisu ratusan prosesi wisuda. Namun sejak Oktober 2025 hingga Desember 2025 auditorium ini tidak dapat digunakan karena adanya penataan infrastruktur kampus. Selama proses pembenahan berlangsung, Wisuda ke-138 terpaksa dipindahkan ke Taman Mini Indonesia Indah. Kini setelah penataan area kampus selesai, Wisuda ke-139 kembali digelar di rumah akademik dengan akses yang lebih baik dan tertata.
Baca Juga: Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Angkatan 128 FDIKOM
Selama masa penataan, pihak universitas melakukan pembenahan lingkungan kampus untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan civitas academica. Penataan jalan, akses menuju rektorat, serta area sekitar Auditorium Harun Nasution menjadi bagian dari upaya perbaikan fasilitas publik kampus. Proses ini mengharuskan penyesuaian sementara lokasi kegiatan besar, termasuk wisuda, demi kelancaran dan keamanan pelaksanaannya.
Inarotudduja, sebagai peserta Wisuda ke 139 ia merasa senang karena Wisuda ke-139 ini dilaksanakan di kampus karena menurutnya dengan pelaksanaan wisuda di sekitar lingkungan akademik akan lebih berkesan, ia juga berharap kepada pihak kampus untuk selalu menjaga kebersihan dan meningkatkan aksesibilitas kampus demi kenyamanan wisudawan.
“Alhamdulillah tahun ini diselenggarakan lagi di auditorium Harun Nasution karena sesuai dengan kampus yang kita tempuh selama masa studi, yang mana kalau wisuda berada di lingkungan akademik itu akan jauh lebih berkesan dan suasananya jadi lebih khidmat. Harapan saya untuk pihak kampus khususnya, untuk terus dijaga dari segi kebersihannya dari segi aksesibilitasnya ditingkatkan lagi agar wisudawan selanjutnya merasa nyaman selama proses wisuda,” ujarnya.
Sri Ilham Lubis, ketua pelaksana wisuda ke-139 mengatakan bahwa pada Wisuda ke-138 jumlah peserta mencapai sekitar 2.000 orang, sehingga Auditorium Harun Nasution yang berkapasitas 750 tidak mencukupi dan karena adanya pembangunan di depan rektorat maka Wisuda ke-138 dipindahkan ke tempat yang lebih memadai.
“Kapasitas Wisuda ke-138 mencapai 2.000 orang, sementara Auditorium Harun Nasution hanya menampung 750 dan tidak dapat digunakan karena pembangunan di depan rektorat, sehingga dipilih lokasi lain yang mampu menampung hingga 4.000 orang. Setelah renovasi selesai, auditorium kembali dipakai untuk lebih dari 900 wisudawan yang dibagi dua hari, dengan harapan menjadi ajang silaturahmi sekaligus pembaruan database alumni agar lulusan dapat dipantau karirnya dan mengamalkan ilmunya bagi masyarakat,” ujarnya.
Pemanfaatan kembali Auditorium Harun Nasution sebagai lokasi Wisuda ke-139 menandai digunakannya kembali fasilitas utama kampus untuk agenda akademik berskala besar. Pemilihan auditorium kampus sebagai lokasi wisuda mencerminkan kesiapan ruang akademik dalam menunjang pelaksanaan kegiatan resmi universitas. Selain berfungsi sebagai lokasi seremonial, auditorium juga memiliki peran sebagai ruang representatif yang melekat dengan identitas serta tradisi akademik institusi.
Pelaksanaan wisuda di lingkungan kampus menegaskan posisi auditorium sebagai bagian integral dari penyelenggaraan kegiatan akademik universitas. Wisuda ke-139 UIN Jakarta menandai kepulangan ke Auditorium Harun Nasution pasca penataan area kampus sebagai simbol pemulihan dan gotong royong civitas academica. Momentum ini menjadi pengingat bahwa fasilitas kampus adalah aset bersama yang harus dijaga dan dirawat untuk generasi mendatang.













Komentar