Jurnalis TV, Jakarta Utara – Granary Art mengadakan acara pameran seni rupa untuk memeriahkan hari raya waisak 2025, dengan tema “Pameran Seni Rupa, Waisak dalam Warna” yang berlangsung mulai tanggal 12-29 Mei 2025, pukul 15:00 WIB. Acara ini diselenggarakan di baywalk Mall, Jakarta utara, dengan rangkaian acara yang menarik.
Granary Art tidak hanya menyelenggarakan pameran seni pada perayaan Waisak kali ini, tetapi juga menghadirkan acara “Mari Bergambar” yang memungkinkan peserta dari berbagai kalangan untuk menuangkan kreativitas mereka melalui lukisan dengan berbagai tema, sehingga menciptakan suasana yang meriah dan kreatif.
Aurel, sebagai koordinator pameran seni rupa, menjelaskan pameran mengusung tema “Waisak dalam Warna” dan bertujuan untuk memperingati Tri suci waisak.
“Untuk pameran ini sendiri dibuat untuk memperingati Trisuci Waisak. Trisuci Waisak itu ada tiga peristiwa. Dari peristiwa kelahiran, penerangan sempurna sama parinibana dari sang Buddha. Kemudian pameran ini sendiri mengusung tema Waisak dalam warna,” ujarnya.
Baca Juga: Pameran Galeri Zen1 “Phygital Art Show: Art Gorythm-Art in Chain”
Seni rupa yang ditampilkan oleh Granary Art bukan sekadar lukisan biasa, melainkan karya yang menggambarkan makna budaya di balik perayaan Waisak dan kehidupan masyarakat Buddha. Selain itu pameran ini juga menekankan tema lukisan mengenai borobudur dan cinta kasih.
Novandi, salah satu pelukis yang berpartisipasi, menjelaskan alasannya berpartisipasi dalam acara ini adalah untuk menciptakan kerukunan umat beragama dan ia berharap para pengunjung pameran dapat mengapresiasi tiap lukisan.
“Alasan saya sebagai seniman berpartisipasi dalam pameran ini adalah untuk mewujudkan kerukunan antarumat beragama melalui karya seni, sehingga dapat memperkuat harmoni dan toleransi di masyarakat. Seniman itu bebas menuangkan inspirasinya sejauh tidak melanggar aturan-aturan yang diberlakukan oleh agama. Harapan saya terhadap pengunjung pameran ini adalah semoga para pengunjung dapat mengapresiasi karya-karya lukisan yang ada dalam pameran ini dan selanjutnya dapat mengoleksinya karena kesinambungan antara pelukis sebagai yang membuat hasil karya dengan penikmat seni adalah bisa di koleksi,” ujarnya.
Pameran seni rupa ini menyuguhkan karya-karya yang kaya akan simbolisme dan makna, mencerminkan nilai-nilai Dhamma serta kebudayaan masyarakat Buddha. Setiap lukisan mengajak pengunjung untuk merenungkan esensi perayaan Waisak, sekaligus menjadi wadah dialog antar budaya dan keyakinan. Diharapkan, pengunjung merasakan kedamaian dan kebersamaan melalui setiap karya yang dipamerkan.
Melalui acara pameran seni rupa, Perayaan Waisak 2025 kali ini menjadi lebih bermakna. Dari lukisan, hingga pesan perdamaian, seni terbukti menjadi jembatan yang menyatukan berbagai elemen masyarakat.













Komentar