oleh

Cemara 6 Galeri: Mengintip ‘Hidden Gem’ Seni yang Tetap Lantang Bersuara.

banner 468x60

Jurnalis TV, Tangerang Selatan – Di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, berdiri sebuah rumah yang menyimpan denyut seni dan pemikiran Indonesia. Cemara 6 Galeri – Museum Toeti Heraty bukan sekadar ruang pamer melainkan tempat di mana seni, filsafat, dan sejarah bertemu dalam suasana yang hangat dan personal.

Galeri ini berawal dari kediaman Prof. Dr. Toeti Heraty Noerhadi, seorang filsuf dan penyair terkemuka Indonesia. Pada 27 November 1993, ia membuka rumahnya untuk publik dengan keyakinan bahwa seni harus hadir sebagai ruang dialog dan kesadaran sosial. Berdiri di atas lahan sekitar 1.500 meter persegi, Cemara 6 kemudian berkembang menjadi ruang budaya yang inklusif.

banner 336x280

Lantai pertama difungsikan sebagai galeri pameran temporer dengan tema yang berganti setiap bulan. Sementara itu, lantai dua menjadi area museum dan auditorium yang menyimpan ratusan karya seni, termasuk karya maestro seperti Affandi, S. Sudjojono, dan lukisan terakhir Basoeki Abdullah yang bernilai historis.

Baca Juga: Galeri Foto Klub Sepakbola Indonesia Persija Jakarta

Salah satu ruang yang menarik perhatian adalah ruang terapi, tempat karya-karya personal yang merekam kedekatan Toeti Heraty dengan para seniman. Karya Raden Utari Roseno, patung Paraseno arsitek di balik Sarinah dan Gelora Bung Karno serta karya Kartika Affandi menghadirkan narasi tentang seni, persahabatan, dan sejarah.

Cemara 6 juga memiliki perpustakaan dengan sekitar 6.000 koleksi buku dari berbagai negara dan bahasa. Ruang ini menjadi tempat hening bagi pengunjung untuk membaca dan merenung di tengah hiruk-pikuk kota.

Salah satu pengunjung, Giri, mahasiswa Universitas IPB, mengaku terkesan dengan lukisan dan puisi karya Toeti Heraty yang ikonik. “Di jakarta, banyak area seni-seni yang bisa menjadi bentuk mencari inspirasi bagi anak muda terhadap perkembangan seni di Indonesia, dari Ibu Toery sendiri memiliki banyak sekali lukisan-lukisan dan pelukis dari Indonesia”, ungkapnya.

Inda Citraninda Nurhadi, Direktur Cemara 6 Galeri Museum, mengungkapkan latar belakang lahirnya Cemara 6 Galeri yang berangkat dari kepeduliannya terhadap ruang penyimpanan dan apresiasi karya seni. “Ibu Toety sudah memiliki banyak lukisan sekitar 100-an lukisan, namun tidak diberi wadah yang tepat dan di dirikanlah Cemara 6 galeri“, jelasnya.

Ia menambahkan bahwa, “Pendirian Cemara 6 Galeri terinspirasi oleh persahabatan Toeti Heraty dengan pelukis Mochtar Apin, yang telah terjalin sejak lama.”  Kedekatan intelektual mereka serta latar belakang sebagai pengajar di Insitut Teknologi Bandung (ITB) melahirkan gagasan menghadirkan galeri seni sebagai ruang pemikiran dan kebudayaan.

Cemara 6 Galeri, yang berlokasi di Jalan HOS Cokroaminoto No.9, Menteng, buka setiap Selasa-Minggu pukul 10.00-17.00 WIB. Tak hanya museum, Cemara 6 menjadi rumah gagasan yang menghadirkan dialog seni dan pemikiran yang terus ada dan relevan.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *