Jurnalis TV, Tangerang Selatan – Lubang raksasa yang terus melebar di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, dipastikan bukan fenomena sinkhole. Badan Geologi menyebut amblesan tersebut merupakan piping erosion atau erosi bawah permukaan akibat aliran air tanah yang terjadi secara bertahap.
Kepala Bidang Geologi dan Air Tanah Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, Ikhlas, mengatakan lubang tersebut kerap disalahartikan sebagai sinkhole karena tampilannya menyerupai lubang besar di permukaan tanah.
“Badan Geologi sudah menyatakan itu bukan sinkhole, melainkan piping erosion yang dipicu aliran air tanah dan air permukaan,” ujar Ikhlas, dikutip dari Antara News pada Selasa (3/2/2026).
Baca Juga: Fenomena Sinkhole Muncul di Sumatera Barat, Lahan Pertanian dan Pemukiman Terancam
Secara visual, amblesan tersebut tampak seperti sinkhole yang umumnya terbentuk akibat runtuhan tanah secara mendadak. Namun secara geologi, peristiwa di Aceh Tengah terjadi perlahan akibat pengikisan material tanah dari bawah permukaan. Proses tersebut turut dipengaruhi perubahan aliran air serta tingginya curah hujan di wilayah tersebut.
Pergerakan tanah di lokasi ini telah berlangsung sejak awal 2000-an. Retakan kecil yang muncul perlahan melebar hingga membentuk amblesan besar yang masih aktif. Data Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh mencatat luas area terdampak telah melampaui 30.000 meter persegi atau sekitar tiga hektare.
Akibat peristiwa ini, sejumlah lahan pertanian warga mengalami kerusakan. Jalan penghubung antarkabupaten ikut tergerus sehingga mengganggu akses dan mobilitas masyarakat. Selain itu, tiang Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) di sekitar lokasi terpaksa dipindahkan karena dinilai berisiko.
Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah melakukan langkah mitigasi, seperti penguatan tebing, penataan aliran sungai, serta perbaikan sistem drainase. Penanganan di lokasi tersebut masih terus berlangsung secara maksimal guna menekan risiko perluasan amblesan. Warga diimbau tidak mendekati lokasi karena kondisi tanah masih labil dan berpotensi ambles, terutama saat hujan.













Komentar