Jurnalis TV, Tangerang Selatan – Memasuki awal 2026, Indonesia berada dalam fase transisi yang menentukan arah pembangunan nasional. Kondisi ini tidak menunjukkan situasi krisis, namun juga belum sepenuhnya mencerminkan stabilitas yang kuat. Indonesia berada di titik persimpangan, di mana kebijakan yang diambil akan menentukan apakah negara ini mampu melaju ke arah kemajuan atau justru tertahan dalam proses perubahan yang berjalan lambat.
Peluang pertumbuhan ekonomi masih terbuka meski dibayangi ketidakpastian global. Stabilitas politik dan keamanan nasional yang relatif terjaga, bonus demografi, serta agenda strategis pemerintah menjadi modal penting dalam menjaga laju perekonomian. Namun, tekanan geopolitik dunia membuat pertumbuhan ekonomi yang terjadi belum sepenuhnya berdampak pada pemerataan kesejahteraan.
Baca Juga: KUHP dan KUHAP Baru 2026: Siapkah Penegakan Hukum Indonesia Memasuki Era Baru?
Dalam menghadapi situasi tersebut, Burhanuddin Abdullah selaku Board of Advisors Prasasti, menilai digitalisasi menjadi instrumen utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih efisien. Pemanfaatan teknologi mampu menekan kebutuhan modal, tercermin dari penurunan nilai Incremental Capital Output Ratio (ICOR), yakni rasio yang mengukur besaran investasi untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi. Meski begitu, implementasi digitalisasi belum sepenuhnya merata, terutama dalam layanan publik dan sektor ekonomi yang masih berjalan secara manual.
Selain digitalisasi, ia juga menyoroti persoalan regulasi sebagai tantangan besar dalam masa transisi ekonomi Indonesia. Ia menilai kompleksitas regulasi ekonomi yang berlebihan telah membebani dunia usaha dan menghambat iklim investasi. Oleh karena itu, pemerintah didorong untuk melakukan penyederhanaan regulasi agar pemanfaatan teknologi dan digitalisasi dapat berjalan lebih efektif serta berdampak nyata pada efisiensi aktivitas ekonomi.
Tahun 2026 menjadi penentu sikap Indonesia dalam memastikan perubahan berjalan nyata. Konsistensi kebijakan, efektivitas regulasi, dan pemerataan digitalisasi akan menentukan apakah masa transisi ini membawa Indonesia melaju ke depan atau justru tertahan dalam perubahan yang belum sepenuhnya dirasakan masyarakat.













Komentar