oleh

Harga Sewa Naik, Kios Kosong Warnai Sepinya Distrik Blok M

-Nasional-370 Dilihat
banner 468x60

Jurnalis TV, Tangerang Selatan Plaza Blok M 2 atau biasa disebut Distrik Blok M menjadi sorotan lantaran pada Jumat (29/8/2025) banyak pedagang secara serentak menutup kios mereka setelah harga sewa naik drastis dari Rp300 ribu hingga Rp1,5 juta per bulan  menjadi Rp2,5 juta hingga Rp4,5 juta per bulan. Akibatnya, kawasan yang sebelumnya ramai kini tampak  menjadi sepi.

Kawasan Distrik Blok M berada di samping Terminal Blok M mulai ramai sejak awal 2024. Kawasan ini dipenuhi gerai UMKM yang mengisi kios-kios yang dikelola oleh PT MRT Jakarta dengan Koperasi Pedagang Pasar Pusat Melawai Blok M (Kopema). Namun, setelah kenaikan harga sewa, kini hanya tersisa belasan kios yang masih beroperasi.

banner 336x280

DPRD DKI Jakarta berencana memanggil PT MRT Jakarta dan Koperasi Pedagang Pasar Pusat Melawai Blok M (Kopema) untuk mengklarifikasi kenaikan harga sewa ini. Pasalnya, kedua pihak saling tidak mengakui adanya kenaikan tarif sewa kios. Jika terbukti ada pelanggaran kesepakatan, kerja sama dengan pihak terkait akan ditinjau ulang atau bahkan diputus.

Baca Juga: Wagub DKI Rano Karno Dukung Film “Agen +62” yang Dibintangi Rieke Diah Pitaloka

Aqiilah selaku pengunjung mengatakan bahwa banyaknya kios yang tutup kemungkinan disebabkan oleh kondisi ekonomi yang tidak stabil. Meski begitu, ia masih tertarik untuk mengunjungi Distrik Blok M mengingat masih ada kios yang buka serta adanya keinginan untuk menjelajah kawasan Blok M.

“Kalo misalnya udah di Blok M memang tujuannya pengen explore, bukan cuma di satu titik doang. Jadi ke (kios) lain-lainnya juga di-explore,” ungkapnya.

Gubernur Jakarta, Pramono Anung, meninjau langsung kondisi Distrik Blok M pada Rabu (3/9/2025). Ia mengakui kenaikan sewa tersebut melampaui batas wajar. “Saya sudah mengecek secara langsung, diskusi dengan Pak Dirut MRT, bahwa memang betul terjadi. Jadi kan itu batas bawahnya Rp300 ribu batas atasnya Rp1,5 juta, katanya ada yang lebih dari itu,” ucap Pramono dikutip dari Kompas.com.

Sebagai solusi, ia menawarkan pemindahan kios pedagang UMKM ke Blok M Hub sebagai lokasi baru dengan fasilitas yang lebih memadai serta menggratiskan biaya sewa selama dua bulan.

Gerry, owner Nasi Kokoh yang pindah dari Distrik Blok M ke Blok M Hub mengatakan bahwa tokonya perlu memiliki strategi penjualan baru mengingat kondisi keramaian di lokasi tersebut berbeda dengan tempat sebelumnya.

“Tempat ini udah lama banget mati, nah kita harus gimana caranya biar menghidupkan kembali. Jadi, rencananya ke depan sesama pedagang di Plaza 2 udah ada langkah-langkah agar tempat ini bisa kembali ramai,” ujarnya

Sebelum berpindah ke Blok M Hub, para pedagang UMKM di Distrik Blok M terlebih dahulu sepakat mengakhiri kontrak sewa dan menutup kios secara bersamaan pada Jumat (29/8/2025). Mereka menilai harga sewa  terlalu tinggi untuk ukuran kios yang relatif kecil.

Kenaikan harga sewa di Distrik Blok M membuat kawasan yang semula menjadi pusat keramaian UMKM kini berubah menjadi sepi. Para pedagang berharap pemerintah dapat menyelesaikan persoalan persewaan dan terus mendukung keberlangsungan UMKM agar distrik Blok M  kembali hidup seperti semula.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *