Jurnalis TV, Jakarta – Presiden Prancis Emmanuel Macron melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada 27–29 Mei 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk memperingati 75 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Prancis serta memperkuat kerja sama di berbagai bidang strategis.
Hari Pertama: Kedatangan di Jakarta

Pada 27 Mei 2025, Presiden Macron tiba di Jakarta didampingi dengan staf kepresidenan dan disambut oleh Menteri Pertahanan Indonesia. Kedatangannya menandai dimulainya rangkaian agenda kenegaraan yang padat.
Hari Kedua: Pertemuan Bilateral dan Penandatanganan Kesepakatan
Tanggal 28 Mei 2025, Presiden Macron menghadiri upacara kenegaraan di Istana Merdeka bersama Presiden Prabowo Subianto. Keduanya mengadakan pertemuan bilateral yang membahas kerja sama di bidang pertahanan, energi, dan investasi.

Dalam pertemuan tersebut, ditandatangani 21 kesepakatan strategis, termasuk pembelian 42 jet tempur Rafale, dua kapal selam Scorpène, 13 sistem radar Thales, serta kerja sama di bidang energi hijau dan keuangan.
Selain itu, kedua pemimpin mengeluarkan pernyataan bersama mengenai dukungan terhadap solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina dan rencana konferensi perdamaian Gaza di New York.
Baca Juga: Prabowo sebagai Tamu Utama di Hari Republik India: Memperkuat Hubungan Bilateral
Kunjungan ke Universitas Negeri Jakarta (UNJ)
Pada sore hari tanggal 28 Mei 2025, Presiden Macron mengunjungi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dalam agenda “Perbincangan Dengan Kaum Muda Indonesia”. UNJ menjadi satu-satunya kampus di Indonesia yang dikunjungi Presiden Macron selama lawatannya.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden Macron berdialog dengan sekitar 700 mahasiswa dan pelajar, membahas isu-isu global seperti konflik serta geopolitik internasional, Francophonie, dan hubungan ekonomi Prancis-Indonesia.
Dalam kegiatan ini, turut hadir universitas lain di Indonesia bersama Labschool UNJ. Diantaranya UIN Jakarta, Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Bina Nusantara (Binus), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan).
Rektor UNJ, Prof. Komarudin, menyatakan bahwa kunjungan ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan UNJ menuju universitas berkelas dunia dan memperkuat kerja sama internasional di bidang pendidikan dan budaya.
Salah satu momen menarik terjadi saat terjadi gangguan pada mikrofon saat Presiden Macron hendak menjawab pertanyaan dari seorang mahasiswa. Dengan tenang, Macron menanyakan, “It’s okay for you?” kepada audiens, menunjukkan kepeduliannya terhadap kenyamanan peserta diskusi.
Hari Ketiga: Kunjungan Budaya
Pada 29 Mei 2025, Presiden Macron melanjutkan kunjungannya ke Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah. Kunjungan ini menandai penutup dari rangkaian lawatan kenegaraan di Indonesia.

Kunjungan Presiden Macron ke Indonesia mencerminkan komitmen kedua negara untuk memperkuat hubungan bilateral di berbagai sektor strategis, termasuk pertahanan, energi, pendidikan, dan budaya.













Komentar