oleh

Mengapa Remaja Rentan Darah Rendah? Faktor, Penyebab, Serta Solusinya

banner 468x60

Jurnalis TV, Tangerang Selatan – Darah rendah atau hipotensi adalah kondisi ketika tekanan darah berada di bawah angka normal, yakni kurang dari 90/60 mmHg. Fenomena ini banyak dialami kalangan remaja yang sedang berada pada masa pertumbuhan, di mana tubuh mereka menuntut keseimbangan ekstra untuk menopang aktivitas sehari-hari. Secara sederhana, darah rendah berarti aliran darah tidak cukup kuat untuk mengedarkan oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh.

Remaja, khususnya mereka yang aktif, sedang menstruasi, atau memiliki kebiasaan pola makan yang tidak teratur, menjadi kelompok yang paling rentan mengalami hipotensi. Gejalanya biasanya muncul ketika tubuh kelelahan, setelah berdiri terlalu cepat, atau saat melewatkan waktu makan. Kondisi ini bisa terjadi di sekolah, rumah, maupun tempat umum, dan ditandai dengan pusing, penglihatan kabur, tubuh terasa lemas, bahkan pingsan.

banner 336x280

Baca Juga: Gaya Hidup Sehat Dimulai dari Mindful Eating yang Penuh Manfaat

Menurut dr. Aisya Fikritama, darah rendah pada remaja dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari dehidrasi, kehilangan darah, masalah pada jantung, hingga gangguan hormon seperti penyakit Addison. Ia juga menambahkan bahwa infeksi berat, reaksi alergi parah, serta kekurangan nutrisi seperti vitamin B12, folat, dan zat besi bisa menghambat produksi sel darah merah sehingga tekanan darah menurun. “Kondisi ini bisa menyebabkan remaja sering merasa pusing, lemas, hingga pingsan bila tidak segera ditangani,” jelasnya, dikutip dari hellosehat.com

Hal senada disampaikan dr. Sienny Agustin. Ia menekankan bahwa hipotensi pada usia muda juga bisa muncul akibat berbagai kondisi medis, seperti gangguan pada jantung, gangguan sistem endokrin, dehidrasi, hingga kehilangan darah karena menstruasi atau cedera. “Selain itu, infeksi berat dan reaksi alergi juga dapat memicu penurunan tekanan darah secara drastis yang membahayakan remaja,” tambahnya, dikutip dari Alodokter.com

Untuk mengatasinya, remaja perlu menjaga pola makan dengan gizi seimbang, memperbanyak konsumsi sayuran hijau, daging merah, dan kacang-kacangan yang kaya zat besi. Minum cukup air penting agar tubuh terhindar dari dehidrasi. Istirahat yang cukup, olahraga teratur, serta mengurangi begadang juga membantu menjaga stabilitas tekanan darah. Bila keluhan sering muncul, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk memastikan tidak ada gangguan kesehatan lain, seperti masalah hormon atau jantung.

Darah rendah pada remaja memang kerap dianggap sepele, tetapi dampaknya bisa serius bila mengganggu konsentrasi belajar atau menyebabkan pingsan di situasi berbahaya. Oleh karena itu, menjaga pola hidup sehat sejak dini adalah langkah terbaik untuk memastikan tubuh tetap bugar dan siap menghadapi aktivitas padat setiap hari.

Referensi: 

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *