Jurnalis TV, Tangerang Selatan – Darah rendah atau hipotensi adalah kondisi ketika tekanan darah berada di bawah angka normal, yakni kurang dari 90/60 mmHg. Fenomena ini banyak dialami kalangan remaja yang sedang berada pada masa pertumbuhan, di mana tubuh mereka menuntut keseimbangan ekstra untuk menopang aktivitas sehari-hari. Secara sederhana, darah rendah berarti aliran darah tidak cukup kuat untuk mengedarkan oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh.
Remaja, khususnya mereka yang aktif, sedang menstruasi, atau memiliki kebiasaan pola makan yang tidak teratur, menjadi kelompok yang paling rentan mengalami hipotensi. Gejalanya biasanya muncul ketika tubuh kelelahan, setelah berdiri terlalu cepat, atau saat melewatkan waktu makan. Kondisi ini bisa terjadi di sekolah, rumah, maupun tempat umum, dan ditandai dengan pusing, penglihatan kabur, tubuh terasa lemas, bahkan pingsan.
Baca Juga: Gaya Hidup Sehat Dimulai dari Mindful Eating yang Penuh Manfaat
Menurut dr. Aisya Fikritama, darah rendah pada remaja dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari dehidrasi, kehilangan darah, masalah pada jantung, hingga gangguan hormon seperti penyakit Addison. Ia juga menambahkan bahwa infeksi berat, reaksi alergi parah, serta kekurangan nutrisi seperti vitamin B12, folat, dan zat besi bisa menghambat produksi sel darah merah sehingga tekanan darah menurun. “Kondisi ini bisa menyebabkan remaja sering merasa pusing, lemas, hingga pingsan bila tidak segera ditangani,” jelasnya, dikutip dari hellosehat.com
Hal senada disampaikan dr. Sienny Agustin. Ia menekankan bahwa hipotensi pada usia muda juga bisa muncul akibat berbagai kondisi medis, seperti gangguan pada jantung, gangguan sistem endokrin, dehidrasi, hingga kehilangan darah karena menstruasi atau cedera. “Selain itu, infeksi berat dan reaksi alergi juga dapat memicu penurunan tekanan darah secara drastis yang membahayakan remaja,” tambahnya, dikutip dari Alodokter.com
Untuk mengatasinya, remaja perlu menjaga pola makan dengan gizi seimbang, memperbanyak konsumsi sayuran hijau, daging merah, dan kacang-kacangan yang kaya zat besi. Minum cukup air penting agar tubuh terhindar dari dehidrasi. Istirahat yang cukup, olahraga teratur, serta mengurangi begadang juga membantu menjaga stabilitas tekanan darah. Bila keluhan sering muncul, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk memastikan tidak ada gangguan kesehatan lain, seperti masalah hormon atau jantung.
Darah rendah pada remaja memang kerap dianggap sepele, tetapi dampaknya bisa serius bila mengganggu konsentrasi belajar atau menyebabkan pingsan di situasi berbahaya. Oleh karena itu, menjaga pola hidup sehat sejak dini adalah langkah terbaik untuk memastikan tubuh tetap bugar dan siap menghadapi aktivitas padat setiap hari.
Referensi:
- Alodokter. (2022, Maret 8). Mengenal Jenis dan Penyebab Darah Rendah pada Remaja. Alodokter. https://www.alodokter.com/mengenal-jenis-dan-penyebab-darah-rendah-pada-remaja
- HelloSehat. (2023, September 15). Penyebab Darah Rendah pada Remaja. HelloSehat. https://hellosehat.com/parenting/remaja/kesehatan-remaja/penyebab-darah-rendah-pada-remaja/
- Alodokter. (2022, Maret 22). Ketahui 5 Gejala Darah Rendah pada Remaja. Alodokter. https://www.alodokter.com/ketahui-5-gejala-darah-rendah-pada-remaja
- Alodokter. (2022, April 12). Hipotensi. Alodokter. https://www.alodokter.com/hipotensi
- Halodoc. (2022, Desember 14). Ini 5 Penyakit yang Jadi Penyebab Darah Rendah pada Remaja. Halodoc. https://www.halodoc.com/artikel/ini-5-penyakit-yang-jadi-penyebab-darah-rendah-pada-remaja










Komentar