Jurnalis TV, Jakarta – XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, menjadi saksi peluncuran film horor-religi terbaru bertajuk “Malam 3 Yasinan” yang menggelar rangkaian Press Screening dan Press Conference pada Minggu, 21 Desember 2025. Acara yang dimulai dengan registrasi media pada pukul 13.00 WIB ini menandai kehadiran karya yang memadukan unsur mistis dengan potret sosial keluarga Indonesia.
Bayangkan, apa jadinya jika sebuah mimpi buruk tidak berhenti saat kita terbangun, melainkan bertransformasi menjadi sebuah karya layar lebar yang menghantui? Itulah yang dialami oleh Yannie Sukarya, sutradara di balik film horor terbaru produksi Alkimia Production dan Helroad Films yang berjudul “Malam 3 Yasinan”.
Film horor-religi ini mengisahkan tentang sebuah keluarga yang berkumpul kembali di rumah masa kecil mereka setelah wafatnya sang ayah, Pak Wiryo. Namun, momen berkabung tersebut berubah menjadi rangkaian teror mencekam ketika berbagai kejadian tak wajar mulai menghantui anggota keluarga.
Di balik suasana duka dan lantunan doa, munculnya gangguan mistis tersebut perlahan-lahan membuka tabir rahasia kelam serta dosa masa lalu yang selama ini tersimpan rapat di dalam keluarga tersebut.
Baca Juga: FILM DOPAMIN: Cara Bahagia di Dunia yang Semakin gila
Dalam film ini, aktor Farhan Rasyid yang berperan sebagai Sena memerankan karakter yang menjadi simbol “korban harapan keluarga” sebuah peran yang diakuinya sangat menantang karena harus mewakili perasaan ribuan anak yang tertekan oleh ambisi orang tua.
Sementara itu, sorotan juga tertuju pada Yasmine Aqeela yang memerankan karakter Lana. Ia membawakan sosok ibu yang terjebak dalam pusaran rasa bersalah dan ketergantungan pada keluarga demi menjamin masa depan sang anak. Karakter-karakter ini dikembangkan untuk mengajak penonton merenungkan kembali arti “kesempurnaan” dalam keluarga tanpa harus melakukan pemaksaan kehendak.
“Malam 3 Yasinan bukan sekadar film tentang teror malam hari, melainkan sebuah refleksi bagi kita semua. Film ini menunjukkan bahwa diam tidak selalu berarti emas; diam bisa menjadi awal dari sebuah petaka,” ungkap tim produksi. Pesan kuat yang diusung adalah bahwa orang baik tidak selamanya bisa jujur, terutama saat mereka terhimpit oleh tekanan sosial dan keluarga.
Film ini direncanakan untuk menyapa penonton di seluruh jaringan bioskop Indonesia pada 8 Januari 2026. Film ini diproduseri oleh nama-nama besar di industri perfilman, antara lain Wulan Guritno, Janna Soekasah Joesoef, Amanda Gratiana Soekasah, dan Helfi Kardit. Selain para produser yang juga ikut berperan, film ini didukung oleh deretan aktor ternama seperti Hamish Daud, Baim Wong, Yasmine Aqeela, dan Izabel Jahja.
Kehadiran film ini diprediksi akan memberikan warna baru dalam lanskap sinema horor tanah air. Diproduksi di bawah naungan rumah produksi yang konsisten mengangkat isu sosial, film ini tidak hanya menjual kengerian visual, tetapi juga kedalaman naskah yang emosional.













Komentar